Etika juga hak kaum papa

Beberapa malam lalu saat pulang kerja, seperti biasa, saya turun angkot didepan AKA (Akademi Kimia Analisis) trus nyebrang keBTM (Bogor Trade Mall). Saat itu pulang kerja lebih awal, jadi agak santai. Niat hati pengen ketoko buku dulu mumpung ada diskon hehheehhe ( kan saiankkk….kalo dilewatin diskonnya ๐Ÿ˜€ )

Saat saya baru melangkahkan kaki memasuki teras mall tersebut, mata saya tiba-tiba menangkap sesosok ibu yang sedang duduk meluruskan kedua kakinya sambil bersandar di tiang bangunan mall itu. Wajahnya terlihat letih sekali, sambil mengurut-urut kakinya ia sesekali mengipasi wajahnya dengan sebelah tangan.

Seorang satpam menghampirinya, tapi karena jarak saya cukup jauh, jadi saya gak denger apa yang mereka bicarakan. Sebelum saya masuk kedalam mall,ย  saya masih melihatnya saat ibu tadi merespon ucapan sang satpam dengan wajah meringis danย  tangan yang masih mengurut-urut kakinya.

Sambil memilih buku pikiran saya melayang. Ingat ketika ibu tesebut dimarahi olah seorang pembeli di toko tempat saya bekerja. Ibu tersebut memang pernah beberapa kali mengemis dari toko ke toko diplaza tempat saya kerja.

Sebenernya, tu ibu agak megelin ati juga. Kalo minta, maksa, harus di kasih. Kalau gak kita kasih terus ngerengek sampe di kasih. Gak perduli kita lagi ada pembeli atau gak, dia bakal terus menggelar aksi merengeknya sampai kita kasih dia uang (wah.. cara jitu buat memperkaya diri…hweekk.. asal kuat malooo ajaaa ).

Waktu itu toko sudah hampir tutup, tinggal menunggu pembeli terakhir membayar belanjaannya ketika ibu datang. Seperti yang sudah-sudah ibu itu memasang tampang memelas dan memulai…

“Neng…. sedekahnya neng… tolongin…buat berobat kaki neng…”

Saya lalu mengambil dompet dan memberikan uang kepadanya.

“Masa cuma gope neng…(gubraaaakkk…) uang gope cukup apaan neng… seribu kek neng…”ย  Dengan gaya merengek dan memelas dia protes…

Belum sempat saya jawab tiba-tiba pembeli yang tadi bicara..

“Bu..!!!! Masih untung dikasih uang ya!!!! Harusnya ibu bersyukur, bukan malah protes!!!”ย  Saya benar-benar kaget mendengar nada membentak pembeli itu.

Namun si ibu gak mau kalah..

“Ibu kan dariย  jauh jang… dari Cianjur… masa cuma dikasi segini…”

“Ibu dari Cianjur kesini naek apa?” tanya si pembeli.

“Naek bis jang..”

“Naek bisnya gratis?”

“Baaayar jang..” ada nada tak terima karena dituduh naek bis gratis.

Pembeli itu malah tambah berang mendengar pambelaan si ibu…

“Ibu jauh-jauh dari Cianjur kesini kan pake ongkos… Dari pada uangnya dipake ongkos mending ibu simpen buat makan sama berobat!!!’

Sepintas saya melihat ada luka yang terpancar dari sorot mata si ibu, sebenarnya gak tega banget mendengar ibu itu direspon secara kasar. Tapi dasar si ibu, dia tetap merengek minta ditambah uangnya.. Akhirnya saya beri lagi baru dia pergi.

Ini bukan kasus langka atau pertama, melainkan satu dari sekian banyak kasus serupa. Mereka juga manusia, punya hak yang sama dengan kita. yang membedakan hanyalah kita lebih beruntung dari mereka.

Pernahkah kita membayangkan membalikan keadaan seperti mereka? Apa jadinya kalau itu adalah kita? Kalau itu adalah orangtua kita? Bagaimana perasaan kita saat kita diperlakukan seperti itu?

Jika kita belum bisa meringankan bebannya, janganlah kita membuat sakit hatinya. Jika kita belum bisa memberi sedikit dari rizki kita untuk mereka, apa salahnya jika kita memberi sebuah senyuman hangat.

Tersenyum itu gratis, mudah, dan menghangatkan hati ๐Ÿ™‚

Advertisements

13 thoughts on “Etika juga hak kaum papa

  1. Bingung Jga Ya Dari Cerita Ima…
    di 1 (satu) sisi Kita memberi krna kasian dgn penderitaan sesama…
    di sisi lain kita tidak mau memberi karena akan menjadi kebiasaan yang kurang bagus…
    dan menjadi modal untuk berbohong dgn segala tipu daya untuk mendapatkan Uang…

  2. Jangan2, si ibu itu mempunyai 2 ekor sapi dan 3 ekor kambing di kampungnya .. ๐Ÿ™‚ Tapi tak apa, toh tangan di atas jauh lebih baik daripada tangan di bawah….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s