‘panasonic booo….’

Pagi itu seperti biasa, sekitar pukul 9.30 Idut (nama samaran) berangkat kerja bersama sang istri. Memang tempat kerja mereka satu gedung yaitu di Plaza Jambu Dua Bogor. Di pinggir jalan raya depan gang rumahnya di Cibuluh, mereka menunggu angkot (angkutan kota ) 08 biru jurusan Citeureup-Pasar Anyar. Banyak angkot telah lalu lalang melewati mereka, tapi tak ada satupun yang mereka stop untuk di naiki padahal angkot tersebut banyak yang tak berpenumpang.

“Aa.. nunggu apa sich.. kok dari tadi semua angkot yang nawarin ditolak?” Tanya sang istri penasaran.

“Bentar..” Idut hanya menjawab sekenanya sambil menghembuskan asap rokok yang di hisapnya.

10 menit sudah lewat tapi Idut masih tetap bergeming di tempatnya sambil menghembuskan asap rokok Djarum Super. Tak di gubris istrinya yang ngomel karena kepanasan.

“Aduh A.. kamu pikir ini teh Bali ? Kuta gitu?” tanya sang istri sambil tangan nya mengipas ke wajahnya.

Idut hanya melirik sekilas ke istrinya sambil tersenyum singkat kemudian melanjutkan kegiatan merokoknya.

Si Aa mah meuni kacida pisan. Eneng emang pengen ngerasain sauna sama berjemur tapi gak kaya gini caraya.. Eneng maunya di Bali!! Udah ah Eneng mau jalan duluan aja!” habis sudah kesabaran isterinya.

Tanpa di duga Idut tiba-tiba menyetop sebuah angkot.

” Ayo Nenk.” ajaknya pada sang isteri sambil menginjak rokok yang sudah pendek itu.

“Tah pan si Aa, giliran Eneng udah ngambek weh baru nyetop angkot, tau gitu mah dari tadi aja eneng ngambeknya. Kalo gitukan sekarang udah nyampe meureun

* * *

Gusti nu Agung.. akhirna aya oge nu bening dina angkot teh.. batin Idut dalam hati. Saat menyetop angkot matanya sepintas melirik dua orang wanita yang duduk di bangku pojok angkot.

Idut sengaja memilih duduk di belakang supir dengan harapan bisa cuci mata lewat kaca spion dan tentu saja supaya istrinya yang duduk disebelahnya tidak curiga.

Idut duduk miring membelakangi istrinya menghadap muka angkot. Diliriknya kaca spiona tapi tak terlihat bayangan dua wanita tadi. Beberapa kali dicoba melihat sampai kepalanya di maju-majukan tetap tak ada hasil.

“A.. kenapa sich kamu duduknya gak bisa diem?” sang istri masih sewot gara insiden jemur diri tadi.

Demi menjaga gengsi di depan wanita-wanita itu akhirnya Idut memutuskan untuk  berusaha tidak melihat spion lagi.

Sesekali Idut melirik sedikit kearah dua wanita tadi. Sempat terlihat olehnya yang seorang sedang memandang jalan di belakangnya, seorang lagi sedang menyisir rambutnya sehingga Idut tidak bisa melihat wajah mereka secara jelas.

Ada sesuatu yang dirasa ganjil oleh idut, tapi kemudian dia berpikir mungkin hanya perasaannya saja karena deg-degan takut ketauan sang istri.

Pucuk di cinta ulam pun tiba. Tiba-tiba mobil mengerem, kemudian sisir yang di pegang wanita tadi terjatuh menggelinding dan berhenti tepat depan kaki Idut.

Niat hati  Idut ingin mengambilkan sisir tersebut tapi kalah cepet sama yang punya sisir. Bersamaan dengan itu wanita yang satu lagi menunjuk kerumunan orang yang mengantri di bawah panasnya matahari

” panasonic booooo ….”

Kontan Idut menoleh ke sumber suara tersebut…. lalu ke wanita yang tadi menjatuhkan sisir … Ia langsung duduk tegak kaku dan diam seribu bahasa. Ternyata mereka.. bences alias banci…

wkwkkwkwkwkwkwkkwkwkkw…

 

Advertisements

11 thoughts on “‘panasonic booo….’

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s