desa vs kota

Kebersamaan dan keperdulian… Itu hal yang sudah mulai luntur bagi masyarakat perkotaan.. Kebanyakan masyarakat kota agak sedikit egois.

Beberapa hari lalu saat perjalanan menuju tempat kerja, dalam sebuah angkot yang saya naiki, naiklah seorang bapak dengan penampilan yang sangat kumuh dan dekil. Beberapa orang bergeser menjauhinya. Tak lama kemudian naiklah seorang ibu yang penampilannya khas wanita pedesaan. Ibu itu membawa bawaan yang berat, tanpa di minta bapak itu langsung membantu menaikan bawaan tersebut ke dalam angkot. Setelah ucapan terimakasih sang ibu, mereka terlibat pembicaraan seperti dua orang yang sudah akrab.

Beberapa menit setelah angkot melaju,  ibu tersebut mengeluarkan segelas aqua dan sebuah kue lemper.  Sebelum menyantapnya ibu tersebut menawari satu persatu penumpang yang ada di angkot itu.  Dengan wajah tuanya yang tersenyum ramah ia menawari seolah penumpang dalam angkot tersebut adalah keluarga atau saudaranya, bukannya orang yang baru ia temui.

Ini hal yang amat sangat sangat sangat  jarang kita temui dalam lingkungan masyarakat kota yang kebanyakan ‘masing-masing’.

Advertisements

5 thoughts on “desa vs kota

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s