#3 Seruniku sayang..

Seruniku sayang,

 

Entah sudah senja keberapa yang kuhabiskan dengan mengenangmu.  Segalanya tentang kita tak akan pernah luput dari ingatanku sampai Tuhan mencabut nyawaku. Aku pernah berharap segala derita yang kamu rasakan karena penyakit itu biar aku yang menanggungnya. Agar tak pernah kulihat kerutan keningmu saat menahan rasa sakit yang kerap menyerangmu.

 

Bunga-bunga liar yang kamu tanam kini mulai bermekaran. Mereka indah sepertimu. Aku selalu membawanya kepantai tempat kita berbulan madu.  Menghanyutkannya dikala matahari sore sudah tenggelam di barat sana.

 

Sayang, ada seorang gadis yang kutemui di pantai itu yang kini menjadi dekat denganku. Bukan..bukan sayang, cuma kamu satu-satunya yang dekat dihatiku. Gadis itu menunggu kekasihnya yang sedang pergi. Kamu tau? Aku mengusulkan untuk menghanyutkan suratnya kepantai agar sampai pada kekasihnya. Aku tau itu tak mungkin. Aku hanya menghiburnya karena dia amat sedih atas kepergian kekasihnya itu. Rasanya pasti sakit sekali seperti yang kurasakan setelah kehilanganmu.

 

Setelah ini aku juga akan menghanyutkan suratku ini. Aku tau tak akan mungkin ini sampai kepadamu. Tapi  biarlah, aku hanya menghibur hatiku. Sayang, bisakah kamu kembali? Sehari saja.. Please.. Aku sangat merindukanmu..

 

Hari ke-3

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s