Kebiasaan anak kecil bicara kasar

Sore ini saya dibuat tercengang oleh seorang anak kecil kelas 1SD.
Ceritanya begini, salah seorang teman kerja saya – sebut saja Ratna – membawa keponakannya, Mimi ke tempat kerja.
Sebenarnya ini bukan pertama kali Ratna membawa Mimi. Tapi tidak sering juga.
Saat suasana agak santai. Saya dan beberapa teman ngobrol-ngobrol termasuk Ratna. Sesekali Mimi ikut-ikut nimbrung walau tidak nyambung. Tapi tiba-tiba saja Mimi bilang
“Teh Desi pelac**”
Desi langsung saja ngomel.
Saya dan teman yang lain hanya diam. Kaget sekali.  Belum selesai Desi ngomel Mimi bicara kembali
“Teh Ima pelac**”
Saya yang sedang diam pun kena juga.
Saya pun langsung kesal. Saya bilang sama dia
“Kamu gak malu ya anak sekolahan ngomongnya kasar.”
Yang saya heran, Ratna sebagai tantenya malah cengengesan melihat kejadian itu.
Menurut saya, seharusnya dia menasehati Mimi dan menyuruhnya minta maaf.
Sebisa mungkin harusnya anak diajari akhlak dan etika semenjak dini. Sikap Ratna yang diam saja dan cecengesan seolah-olah memberi kesan yg salah pada Mimi.

Advertisements

4 thoughts on “Kebiasaan anak kecil bicara kasar

  1. Betul Mbak, bagaimanapun anak kecil hanya mencontoh sekitarnya. Mereka peniru ulung, tugas kita yang sudah dewasa mengingatkan baik dan salahnya. Duh, elus2 dada deh baca cerita Mbak 😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s