Kali Keseribu

Puisi ini hasil kolaborasi @ImmaSaa dengan @KukiloYakoev

(I)
Kita menikmati senja sehari lagi.
Kau menabahkanku untuk kali keseribu.
Kau ubah luka menjadi tawa. Kenangan mulai berseliweran
(K)
Tentang luka dan patah hati. Semua akan bisa terobati.
Bila benih keikhlasan tlah tertanam dihati.
Sebab kesedihan bukanlah rumahmu.
(I)
Kita duduk pura-pura menikmati senja.
Aku hanya suka memandang sayu matamu di bawah redupnya.
Menjadi penawar segala yang tak mampu kujabar dengan senyuman.
(K)
Saat jingga memudar.
Senyummu adalah penawar.
Buat hatiku berdebar.
Gelap malam tak buat terangmu pudar.
Sebab mentari bersinar dari sorot matamu.
(I)
Aku ingin tahu rasanya jadi senja.
Apakah sehangat pelukanmu.
Atau  sedamai dadamu.
Tempat segala gundah berumah.
(K)
Rumahku adalah sunyi
Tak mempesona bak dunia sandiwara ini.
Rengkuh aku dalam sepi.
Karna tikaman keramaian selalu melukai.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s